Jengkol Naik Kelas

Romy

21 December 2018 | 18:21

Mendengar nama jengkol, pasti yang terbayang adalah bau. Tumbahan ini memang terkenal dengan aromanya yang menusuk hidung. Jengkol adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bangsa Barat menyebutnya sebagai dog fruit.

Sebuah kedai, di bilangan Halim, Jakarta Timur berani menjamin bahwa jengkol olahannya tak berbau. Kedai ini pun tegas menulisnya 'Republik Jengkol', yang khusus menjual semua olahan berbahan dasar jengkol.

Fathoni, pemilik kedai Republik Jengkol menuturkan bahwa ide mendirikan kedai ini berawal dari kesukaan sang istri dengan jengkol. Republik Jengkol berdiri tanggal 27 Maret 2012. Dan menyajikan menu jengkol yang beragam macam.

"Saya olah dengan cara saya pakai rempah-rempah, alhasil baunya bisa kita minimalisir sampai buang air kecilnya pun Insya Allah aman, tegas Fathoni." Menurut Fathoni, semua menu jengkol olahannya melalui proses perendaman selama sehari semalam.

Lalu kulit tipisnya yg coklat di kupas, setelah itu dimasukan ke dalam wajan presto dengan memasukan rempah seperti jahe, lengkuas, sereh, daun salam, daun jeruk dan didiamkan lebih satu jam. Selain di konsumsi, Pohon jengkol punya kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.

Dan kabarnya jengkol juga punya banyak manfaat bagi tubuh. Kini penikmat jengkol bukan hanya masyarakat kelas bawah, tapi juga kalangan atas. Tak salah jika jengkol kini naik kelas.

TAGS

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more