5 Pulau Bebas Polusi Udara Di Indonesia

11 April 2019 | 11:56

Indonesia adalah negara kepulauan dengan iklim tropis. Dengan kondisi tersebut, alam Indonesia sangat indah dan jadi daya tarik turis mancanegara datang berkunjung. Dari sekian banyak pulau di tanah air, ada 5 pulau yang bisa dikategorikan bebas polusi. Tiap tahunnya, gugusan-gugusan itu dipenuhi wisatawan yang berlibur. Adapun ke 5 pulau tersebut ialah, Kepulauan Morotai di Maluku Utara, Gili Trawangan dan Gili air di Lombok, Pulau rinca di Flores, serta Pulau Pari di kepulauan Seribu Jakarta.

Sejak gencar promosi di sektor pariwisata, banyak penghargaan dunia yang telah diterima oleh Indonesia. Jawa, Bali, dan Lombok menduduki peringkat pertama, kedua, dan ketiga sebagai World’s Best Island 2018 dari media internasional. Bahkan, dalam ASEAN Tourism Awards 2018, Indonesia memborong 15 penghargaan. Sangat berbanggalah kita memiliki alam Indonesia yang lengkap dari gunung sampai pantai. Berikut 5 pulau yang dicintai turis asing karena keindahannya dan bebas polusi udara.

Morotai adalah sebuah pulau, sekaligus menjadi kabupaten, yang berada di Kepulauan Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Ia terkenal karena menjadi titik paling utara di Indonesia. Karena posisinya pula, pada 1944 Amerika Serikat merebutnya dari kekuasaan Jepang untuk dijadikan basis militer angkatan udara dalam Perang Dunia II.

Ada beberapa gugusan pulau-pulau kecil di morotai. Pulau Zum-Zum, Kokoya dan Dodola, adalah salah satu gugusan yang sangat terkenal keindahannya. Di Pulau Zum-Zum, jejak-jejak peninggalan perang di Morotai bisa ditemui. Tempat ini dulunya jadi basis sekutu saat perang dunia ke II. Pesawat militer, senjata, amunisi serta bom, dapat ditemukan di beberapa lokasi.

Bergeser ke Pulau Kokoya yang berjarak sekitar 30 menit dari pelabuhan dengan kapal cepat. Kita dapat bersandar di dermaga lalu langsung terjun ke air untuk melihat kumpulan schooling fish. Pasir putih di sini sangat bersih dan pantainya berwarna pirus cemerlang. Jangan lupa membawa floaties warna-warni dan siapkan sunblock super karena matahari di sini sangat menyengat.

Lalu, yang paling banyak dikunjungi ketika ke Morotai adalah Pulau Dodola. Pulau ini terbagi dua, yaitu Dodola kecil dan besar. Ketika air surut, kedua gugusan ini akan menyambung. Hamparan pasir putih tersebut dapat dinikmati cukup lama mulai dari pukul sepuluh pagi hingga tujuh malam. Pulau Dodola Mendapat julukan Mutiara di Bibir Pasifik. kita bisa menemukan resort yang menawarkan penginapan dan kegiatan olahraga air, seperti banana boat, kano, dan jetski di sini. 

Gili Trawangan di Lombok Barat. Sejak tahun 1990-an, masyarakat yang menempati Gili Trawangan memiliki peraturan berupa kendaraan bermotor dilarang berada di sana. Dengan keadaan tersebut, polusi di Gili trawangan sangat minim. Lagipula, penduduk di Gili Trawangan sudah terbiasa dengan berjalan kaki, naik sepeda, atau cidomo (sejenis delman).

Imbas aturan itu, Gili Trawangan jadi daya tarik wisata bagi turis mancanegara. Turis betah berlama-lama di sana, sebab terbebas dari asap kendaraan dan suara klakson. Naik sepeda atau berjalan kaki, tak jadi masalah buat mereka. Kalau mau naik sepeda di sana, harganya sangat murah yakni dari Rp 20 ribu per jam sampai Rp 50 ribu per hari. Naik cidomo, bisa tawar-menawar lebih dulu.

Untuk sampai di gili trawangan, kita melalui Pelabuhan Bangsal. Dari situ, kita menyewa perahu kayu atau speed boat warga dengan biaya sekitar 20 ribu. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menyebrang dengan kondisi ombak normal. Ada penitipan kendaraan juga di sekitar pelabuhan. Fasilitas lain yang tersedia di Gili Trawangan adalah, listrik 24 jam, ATM center, penginapan, dan restoran lokal. Informasi tambahan, ada larangan berbikini di beberapa tempat di Gili Trawangan, seperti di Jalan Ilis.

Masih di Lombok, satu lagi pulau yang bebas polusi di sana adalah Gili Air. Sejarahnya mirip dengan Gili Trawangan, masyarakatnya menolak kendaraan bermotor karena dianggap bisa merusak suasana yang tenang.

Oh iya, cara menuju Gili Air atau Gili Trawangan bisa melalui Pelabuhan Bangsal. Dari sana, Anda bisa memilih beragam kapal yang jadi transportasi umum untuk mengangkut turis ke dua pulau tersebut. Harganya ada yang dari Rp 20 ribu sampai Rp 75 ribu, tapi ingat waktu keberangkatan hanya sampai pukul 17.00 Wita.

Atau, bisa juga menyewa speedboat yang dibanderol ratusan ribu rupiah. Biasanya, penginapan-penginapan di Lombok akan menawarkan paket perjalanan ke Gili Air dan Gili Trawangan.

Karena tidak ada kendaraan bermotor, Gili Air pun jadi favorit turis mancanegara. Di sini, mereka bisa berlama-lama berjemur di pinggir pantai. Suasananya lebih tenang dari di Gili Trawangan.

Jakarta memang kota yang padat dengan kendaraan bermotor. Mau melepas penat dan menghirup udara segar, tak perlu jauh-jauh. Datang saja ke Pulau pari di Kepulauan Seribu yang bebas polusi.

Pulau Pari yang kecil ini bisa membantu menenangkan pikiran. Jauh dari bisingnya suara motor atau klakson mobil, hanya Anda dan suasana yang tenang di Pulau Pari. Belum lagi, pantai di sana berpasir putih dan landai. Mau berjemur, main pasir, berenang atau snorkeling silakan pilih sendiri yang disuka.

Cara menuju Pulau Pari cukup mudah. Anda bisa naik kapal ferry dari Muara Angke dan Marina Ancol di Jakarta Utara, dengan kocek dari sekitar Rp 40 ribu sampai ratusan ribu rupiah. Kalau mau booking kapal juga bisa dengan biaya yang pastinya jauh lebih mahal.

Biasanya, wisatawan yang datang ke Pulau Pari enggan pulang. Berlama-lama dan menikmati suasana alam yang membuat pikiran jernih adalah hal yang sangat terasa.

Pulau Rinca di Flores, NTT merupakan surganya bagi wisatawan yang doyan trekking. Perbukitan yang penuh padang savana dengan trek naik turun serta meliak-liuk, membuat Anda seolah berada di Afrika.

Lebih asyik lagi, pulau ini bebas dari polusi karena tidak ada kendaraan bermotor. Tak ayal, suasana yang tenang, alami sekaligus liar bisa dinikmati maksimal.

Satu lagi, trekking di Pulau Rinca bakal memberikan pengalaman tiada duanya karena anda bisa bertemu komodo. Sang Naga Purba yang hanya ada di Indonesia ini terkenal dengan rahang yang kuat dan liurnya sebagai bisa mematikan. Jangan panik, selama di dekat ranger/ pawang, anda akan aman. Ranger di sana sudah terlatih dan membawa tongkat pengaman untuk berjaga-jaga.

Selain daratan yang cantik, saat trekking Anda dapat melihat lautan biru bergradasi yang indah dari puncak-puncak bukit. Sungguh, Pulau Rinca wajib dalam daftar tempat yang Anda kunjungi seumur hidup, minimal sekali.

Tertarik kan untuk mengunjungi pulau-pulau tadi. Segera luangkan waktu dan sisihkan uang agar perjalanan wisata kita tak terganggu dan memiliki kesan yang mendalam.

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more