Naik MRT Jakarta “Ratangga”, Keren Banget!

Erdy Kusuma

30 July 2019 | 16:08

Tahun 2019 menjadi tahun yang spesial bagi warga Jakarta. Hal itu karena transportasi massal MRT mulai beroperasi. MRT Jakarta menjadi kereta bawah bawah tanah pertama (subway) di Indonesia. MRT tidak hanya akan menjadi fasilitas penunjang bagi masyarakat Jakarta tetapi juga untuk para wisatawan luar. Jadi bagi kamu yang ingin merasakan serunya naik subway, cukup datang ke Jakarta, tidak perlu sampai ke luar negeri loh.

MRT Jakarta diberi nama “Ratangga”. Nama merupakan bahasa Sanskerta yang diambil dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular. Ratangga berarti kereta kuat yang dinamis. Mungkin harapannya, MRT menjadi sarana transportasi yang tangguh dan dapat diandalkan oleh warga Jakarta.

Suasana di stasiun bawah tanah cukup sejuk, berbeda dengan suasana bawah tanah di kawasan halte busway Transjakarta Kota Tua. Peronnya sudah dilengkapi pintu pengaman, yang hanya terbuka saat kereta tiba. Jadwal kereta juga sudah tertera di papan informasi digital. Pada masa ujicoba, kita mungkin kesulitan menemukan sinyal telekomunikasi ketika di stasiun bawah tanah MRT Jakarta Ratangga.

Untuk fasilitas di dalam Ratangga, sebenarnya tidak berbeda jauh dengan KRL. MRT Ratangga juga memiliki kursi prioritas untuk anak kecil, lansia, ibu hamil, dan disabilitas. Tatanan tempat duduknya pun hampir sama, meski materialnya berbeda. Yang cukup membedakan kereta Ratangga dan KRL adalah adanya informasi rute digital pada monitor di atas pintu kereta. Untuk kapasitas penumpangnya sendiri mencapai 1900 orang per rangkaian kereta.

Hal yang paling menonjol dari keunggulan MRT Jakarta Ratangga adalah tepat waktu dan petugas yang ramah. Ratangga dipastikan tepat waktu karena berada pada jalur tersendiri yang hanya diperuntukkan lalu lalang kereta MRT. Hal ini berbeda dengan KRL yang harus berbagi rel dengan kereta jarak jauh (kereta Jawa). Petugas MRT Ratangga juga terkesan lebih premium jika dibanding petugas transportasi masal lain seperti KRL dan Transjakarta. Para petugasnya mengenakan seragam khusus dan menyambut para penumpang di stasun layaknya petugas hotel.

Panjang jalur yang dioperasikan di Tahun 2019 sekitar 16 km, dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Untuk stasiun bawah tanahnya dimulai dari stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Senayan. Sedangkan dari Stasiun Sisingamaraja hingga Lebak Bulus memiliki jalur layang (di permukaan). Waktu tempuh dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus sekitar 30 menit, dengan waktu tempuh per stasiun sekitar 3-5 menit.

Selain mencoba naik MRT Jakarta Ratangga, tim Tempo Channel juga berkeliling di sejumlah stasiun seperti stasiun Setiabudi, Blok M, dan Lebak Bulus. Hampir semua stasiun memiliki fasilitas yang sama seperti eskalator, toilet, lift prioritas, monitor informasi, hingga kamera pengawas. Stasiun-stasiun in bisa dibilang cukup modern dan memberi pengalaman baru bagi orang Indonesia pada umumnya. Gimana, apa kamu tertarik mencoba MRT Ratangga?
 

Erdy Kusuma
www.tempochannel.com

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more