Destinasi Wajib Saat Ke Lampung

17 July 2019 | 11:32

Rekreasi adalah salah kegiatan melepas penat dari rutinitas sehari-hari. Menyiapkan rencana perjalanan yang tepat, jadi poin penting untuk membuat liburan lebih menyenangkan dan sesuai harapan.

Biasanya, lokasi atau tujuan perjalanan menjadi alasan utama sebelum memutuskan kemana akan berlibur. Provinsi Lampung, bisa jadi pilihan menarik untuk habiskan akhir pekan ini. Berikut, beberapa tempat wisata yang menjadi daya tarik utama wisata Lampung:

Pulau Mengkudu

Pulau Mengkudu berada di Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Letaknya hanya berjarak sekitar 30 menit dari Pelabuhan Bakauheni. Lokasi ini, bisa kalian jadikan objek wisata ini jadi pilihan pertama ketika tiba di Propinsi Lampung.

Untuk bisa menuju Pulau Mengkudu, kita bisa melalui dermaga kecil di kawasan Pantai Kahai Beach. Di sini disewakan perahu nelayan dengan ongkos sekitar Rp. 500.000 untuk 5 orang dewasa. Pada waktu liburan panjang, harga sewa perahu bisa melambung hingga dua kali lipat dari biasanya. Selama di perahu, kita akan menikmati cipratan air laut hingga tiba di lokasi. Ombak di sekitar Pulau Mengkudu terkenal tinggi. Pada bulan tertentu, bisa mencapai 3 meter dan tembus ke dalam perahu. Sebaiknya, siapkan tas anti air untuk barang berharga kalian. 

Pulau Mengkudu menjadi salah satu spot snorkeling dan berenang yang masih bersih di Kabupaten Lampung Selatan. Peralatan bermain air seperti alat-alat snorkling, jadi benda wajib yang mesti dibawa. Banyak spot-spot cantik melihat terumbu karang dari dekat. Pulau Mengkudu sering dijadikan juga tempat riset terumbu karang dari perguruan tinggi dan kelembagaan.

Jika dilihat saat air surut, Pulau mengkudu dapat dilalui dengan berjalan kaki. Pasir timbul dengan lebar 10 meter dan panjang 20 meter inilah yang menghubungkan Pulau mengkudu dengan daratan.

Bagi yang ingin berlama-lama di sini tak perlu kuatir. Di dekat lokasi dermaga, terdapat banyak penginapan mewah dan homestay yang bisa disesuaikan dengan budget kalian.

Dermaga Bom Kalianda

Dermaga Bom Kalianda berjarak sekitar 2 KM dari pusat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Rute ke Dermaga Boom cukup mudah, Ikuti jalan sampai ada papan petunjuk yang mengarahkan ke lokasi. Jika dari kota Bandar Lampung, jarak tempuh ke Dermaga Boom sekitar 57 km dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan.

Bagi penyuka fotografi, disini kita bisa berburu hasil jepretan yang unik dari deretan kapal dengan ragam warna yang menarik. Sejak ditata kembali oleh pemda setempat, dermaga nelayan ini terlihat sangat bersih. Tidak tampak layaknya tempat bersandar nelayan lokal setelah melaut. Bau anyir pun tidak tercium di kawasan Dermaga Boom.

Di sini terdapat patung Tupping yang sengaja dibangun sebagai salah satu tradisi dari kesenian setempat. Ada tempat berendam air panas yang tak jauh dari pintu masuk dermaga. Nama Dermaga Boom sendiri diambil dari penemuan sejumlah bom sisa peninggalan perang dunia ke II.

Selain dermaga nelayan lokal dan pusat pelelangan ikan, kawasan ini memang dikembangkan sebagai objek wisata. Terdapat beberapa restoran lokal yang menyediakan makanan laut yang masih segar dan enak. Untuk harga, dijamin tidak menguras kantong kalian. Bagi yang datang menjelang siang hari, disarankan langsung memesan tempat makan, karena pada jam-jam tersebut dipenuhi pengunjung untuk santap siang.

Pemandangan di Dermaga Bom ini cukup indah, sore hari merupakan waktu terbaik untuk menikmatinya. Pemandangan sunset berlatar belakang Gunung Rajabasa, jadi momen yang tak terlupakan ketika mengunjungi Dermaga Boom.

Negeri Katon

Sebuah kecamatan di Kabupaten Pesawaran ini menjadi desa wisata yang menyuguhkan kerajinan Kain Tapis khas Lampung. Sejak tahun 2016, Negeri Katon sudah dikenalkan sebagai daerah tujuan wisata. Dalam beberapa kontestasi kerajinan tingkat nasional, Negeri Katon menjadi wakil Provinsi Lampung untuk mengenalkan kain khas Lampung.

Sebagian besar warga Negeri Katon berprofesi sebagai petani dan beternak. Salah satu hasil pertanian yang cukup banyak adalah padi dan biji kopi. Yang menarik di desa ini, hampir setiap rumah memiliki lahan untuk ditanam pohon kopi. Mereka bisa mengolah biji kopi langsung ketika ingin menyeduhnya.

Jumlah penduduk di negeri Katon sekitar 27 ribu kepala keluarga. Tingkat pendidikan di desa ini masih tergolong rendah, rata-rata mereka menamatkan sekolahnya hanya sampai menengah pertama. Dengan rendahnya tingkat pendidikan di desa ini, membuat anak-anak mudanya mengalami putus sekolah. Mereka kesulitan untuk bisa diterima di dunia industri dengan ijazah SMP.

UMKM, bisa jadi salah satu cara meredam pengangguran yang terjadi di negeri Katon Tiap pagi dan sore hari, gadis-gadis di desa ini belajar menenun. Ada beberapa galeri yang menyediakan tempat untuk mereka belajar dan berkarya. 6 bulan, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk membuat kain dan dapat dipasarkan. Dari karya yang dihasilkan anak-anak muda ini, sebagian besar masuk ke rekening mereka. Sedangkan sekitar 20 persennya, digunakan untuk membeli bahan. 

Selain kain tapis, sejumlah benda seperti tutup kepala, kopiah, sandal hingga pernak-pernik, dihasilkan juga dari tangan anak-anak muda ini. Biasanya, harga yang ditawarkan berkisar Rp. 500 ribu sampai Rp. 1 juta per helai. Dan, pernak pernik dijual kisaran Rp. 35 ribu hingga Rp. 250 ribu.

Negeri katon bisa menjadi referensi mencari oleh-oleh Kain Tapis dan pernak-pernik khas Provinsi Lampung.

Pulau Pahawang

Pecinta bawah laut, wajib datang ke Pulau Pahawang. Pulau ini salah satu tempat surganya biota laut di Pulau Sumatera. Jaraknya yang dekat dengan Pulau Jawa, jadikan Pulau Pahawang tujuan utama ketika berkunjung ke Provinsi Lampung.

Untuk menuju Pulau Pahawang, bisa ditempuh menggunakan kapal dari Dermaga Ketapang yang berada di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran. Dari Bandar Lampung jaraknya sekitar 25 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam. Di sepanjang perjalanan menuju Pesawaran, bakal melewati perbukitan dan pantai. Cukup mengasyikkan juga, sehingga waktu tempuh dua jam tidak terasa.

Sesampainya di Dermaga Ketapang, wisatawan yang ikut dalam paket wisata akan dibekali dengan peralatan snorkeling yakni scuba diving mask atau kacamata serta alat bantu pernapasan. Selain itu, mereka juga diberikan pelampung.

Pengunjung juga dapat membeli kantong pelindung kedap air untuk telepon seluler dan barang digital lainnya. Di sepanjang perjalanan menuju Pulau Pahawang, cipratan air dari ombak laut cukup tinggi, sehingga perlu diantisipasi sebelumnya.

Setelah bersiap semua, maka perjalanan menuju ke Pulau Pahawang dimulai. Dengan menumpang kapal motor, para wisatawan bakal berkeliling ke Pulau Pahawang. Tetapi sebelumnya, ada sejumlah spot yang dijadikan tempat snorkeling. Terumbu karang disini cukup terjaga, meski tidak sebanyak di karimun Jawa atau Bunaken. Dari atas speed boat, wisatawan mulai berganti pakaian dan terjun di lokasi snorkeling. Cukup luas area untuk berenang disini, jika dilihat kasat mata, mungkin sekitar 2 kali lapangan bola. Masing-masing tempat sudah dibatasi dengan tambang yang terpasang di kapal dan jangkar. Kemungkinan pengunjung terbawa arus, masih bisa diantisipasi oleh pemandu setempat.

Selama melakukan snorkeling, pengunjung disarankan untuk menghindari beberapa biota laut yang ada disekitar pulau. Bulu babi, ubur-ubur dan ular laut, jadi hewan laut yang sering bersentuhan dengan penyelam.

Kira-kira sekitar satu hingga dua jam menikmati pemandangan bawah laut di dua spot, wisatawan nantinya akan bergeser ke Pulau Pahawang. Pulau ini berada di wilayah administrasi Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran yang terletak di Teluk Punduh. Luasnya mencapai seribu-an hektar di Pulau Pahawang besar,  dan 11-an hektar di Pulau Pahawang kecil.

Di Pulau Pahawang, terdapat banyak restoran lokal yang menyediakan makan siang. Kuliner khasnya adalah masakan dengan bahan baku ikan. Pulau Pahawang sendiri, ditempati 900 kepala keluarga yang umumnya berprofesi sebagai nelayan. Namun, dengan jumlah penduduk sebanyak itu, belum terakomodir pasokan listrik dari pemerintah. Disini pemakaian listrik terjadwal menggunakan genset. Genset akan aktif setelah matahari terbenam dan mati dari pagi hingga sore hari. Ada sebagian penginapan yang hanya mematikan gensetnya 4 sampai 5 jam sehari. Bagi kalian yang membawa barang-barang elektronik, mesti tahu kapan jadwal genset mulai menyala.

Terdapat bungalow-bungalow besar yang bisa disewa dengan harga yang berbeda-beda. Ada empat vila yang tersebar di 3 dusun, dengan kisaran harga Rp. 2,5 juta hingga Rp. 3,5 juta per malam. Satu vila bisa diinapi 15 sampai 40 orang, sudah termasuk makan. Selain villa, ada sekitar 50 homestay yang bisa disewa wisatawan. Harga per malamnya mulai dari Rp. 600 ribu hingga Rp. 1,5 juta.

Secara keseluruhan, Pahawang bisa dikunjungi sepanjang tahun. Namun ada waktu-waktu terbaik untuk liburan ke pulau eksotis ini. Bulan Mei sampai Agustus, menjadi waktu yang tepat untuk datang ke Pahawang. Biasanya, diluar bulan itu, terjadi musim angin barat yang sulit diseberangi oleh kapal. Dan, itu terjadi dari bulan September hingga Desember. Hindari juga saat libur panjang, karena hampir dipastikan semua penginapan disini penuh.

Sangat menarik objek-objek wisata yang ada di provinsi Lampung. Dijamin, sejumlah tempat tadi akan memberikan kesan berbeda ketika usai waktu rekreasi kalian. Segera luangkan waktu dan sisihkan uang untuk jalan-jalan ke Lampung.

Tim Produksi :

Indra Toni Setiawan

Meidina

Website https://tempochannel.com/ 
Facebook https://www.facebook.com/tempochannel/ 
Twitter https://twitter.com/tempochannel 
Instagram https://www.instagram.com/tempochannel/ 

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more