Tips Berlibur Ke Pulau Pahawang

11 April 2019 | 11:37

Bosen liburan ke tempat yang itu-itu aja? Coba Pulau Pahawang di Kabupaten Pesawaran, Propinsi Lampung. Beberapa tahun lalu, destinasi ini jadi favorit wisatawan lokal. Namun sebelum berangkat ke sana, ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan.

Bosen liburan ke tempat yang itu-itu aja? Gak ada salahnya coba Pulau Pahawang di Kabupaten Pesawaran, Propinsi Lampung. Tempat ini bisa jadi pilihan menyenangkan dengan alam yang indah. Beberapa tahun lalu, destinasi ini jadi favorit wisatawan lokal habiskan akhir pekan.

Dari Pelabuhan Bakauheni atau Kota Bandar Lampung, kita akan berkendara sekitar 3 jam menuju Pelabuhan Ketapang. Kemudian, dilanjutkan naik kapal antara 20-30 menit ke Pulau Pahawang Besar. Namun sebelum berangkat ke sana, ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan.

Akses Transportasi

Untuk sampai ke Provinsi Lampung bisa melewati dua akses, yaitu jalur udara dan darat. Kita bisa naik pesawat menuju Bandara Radin Inten II di Lampung Selatan, kemudian lanjut jalur darat menuju Pelabuhan ketapang sekitar 3 jam perjalanan.

Untuk yang menggunakan kendaraan pribadi, setelah bersandar di Pelabuhan Bakauheni, bisa dilanjutkan perjalanan sekitar 3 jam menuju Pelabuhan Ketapang. Namun, bagi yang pakai kendaraan umum tak perlu kuatir. Di sekitaran Bakauheni terdapat penyewaan mobil dengan harga bervariasi. Biasanya harga sewa ke Pelabuhan Ketapang sekitar Rp 600.000 per hari.

Setelah tiba di Pelabuhan Ketapang, kita harus carter kapal untuk perjalanan 20-30 menit ke Pahawang Besar. Satu kapal dapat disini 20-30 orang dengan harga Rp. 2 juta selama 2 hari termasuk island hopping. 

Akomodasi

Terdapat bungalow-bungalow besar yang bisa disewa dengan harga yang berbeda-beda. Ada empat vila yang tersebar di 3 dusun, Pagetahan, Jelarangan, dan Cukuh Nyai. Kisaran harganya sekitar Rp. 2,5 juta hingga Rp. 3,5 juta per malam. Satu vila bisa diinapi 15 sampai 40 orang, sudah termasuk makan.

Selain vila, ada sekitar 50 homestay yang bisa disewa wisatawan. Harga per malamnya mulai dari Rp. 600 ribu hingga Rp. 1,5 juta. Tiap tour atau travel agent biasanya punya homestay yang sudah jadi langganan, jadi harus kroscek dulu sebelum berangkat.

Restoran & Listrik

Di Pulau Pahawang, terdapat banyak restoran lokal yang menyediakan makan siang. Kuliner khasnya adalah masakan dengan bahan baku ikan. Harga makanan yang ditawarkan cukup terjangkau.

Pulau Pahawang sendiri, ditempati 900 kepala keluarga yang umumnya berprofesi sebagai nelayan. Namun, dengan jumlah penduduk sebanyak itu, belum terakomodir pasokan listrik yang mencukupi. Disini pemadaman listrik terjadwal sekitar 4-5 jam sehari.

Tapi tak perlu cemas, penginapan di sini sudah dilengkapi dengan genset. Genset akan aktif setelah matahari terbenam dan mati dari pagi hingga sore hari. Ada sebagian penginapan yang hanya mematikan gensetnya 4 sampai 5 jam sehari. Bagi kalian yang membawa barang-barang elektronik, mesti tahu kapan jadwal genset mulai menyala.

Spot Snorkeling & Hewan Laut yang Dihindari

Ada 5 spot yang dijadikan tempat snorkelling, yaitu Cukuh Bedil, Tanjung Putus, Gosong Bekri, gosong Pancong dan Taman Nemo. Tempat-tempat ini punya keunikan sendiri yang wajib diselami. Misalnya di Tanjung Putus, terdapat hamparan karang yang cukup luas dan terbentuk secara alami. Jika dilihat kasat mata, mungkin sekitar 2 kali lapangan bola area karang di sini.

Masing-masing lokasi snokeling sudah dibatasi dengan tambang yang terpasang di kapal dan jangkar. Hal ini dilakukan agar pengunjung tidak terbawa aruh, dan berada dalam radius menyelam yang aman.

Terumbu karang disini cukup terjaga, meski tidak se-populer karimun Jawa atau Bunaken. Dari atas speed boat, wisatawan mulai berganti pakian dan terjun di lokasi snorkeling.

Selama melakukan snorkeling, pengunjung disarankan untuk menghindari beberapa biota laut yang ada disekitar pulau. Bulu babi, ubur-ubur, ikan pari dan ular laut, jadi hewan laut yang sering bersentuhan dengan penyelam.

Waktu Terbaik

Secara keseluruhan, Pahawang bisa dikunjungi sepanjang tahun. Namun ada waktu-waktu terbaik untuk liburan ke pulau eksotis ini. Bulan Mei sampai Agustus, menjadi waktu yang tepat untuk datang ke Pahawang. Biasanya, diluar bulan itu, terjadi musim angin barat yang sulit disebrangi oleh kapal. Dan, itu terjadi dari bulan September hingga Desember. Hindari juga saat libur panjang, karena hampir dipastikan semua penginapan disini penuh.

Jika ingin mendapat harga lebih murah, baiknya mengikuti open trip yang banyak ditawarkan agen perjalanan wisata. Biayanya berkisar antara Rp. 600.000 – 800.000/ orang untuk liburan selama 2 hari 1 malam.

Dengan beberapa tips diatas, semoga bisa menjadi referensi diakhir pekan ini. Segera luangkan waktu dan sisihkan uang untuk jalan-jalan ke Lampung.

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more