Ini Aturan Di Jepang Yang Wajib Kalian Ketahui

25 April 2019 | 00:00

Jepang telah menjadi tujuan wisata dunia sejak lama. Wisata alamnya yang indah dan kulinernya yang enak, menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Jepang.

Selain itu, Negeri Sakura ini terkenal memiliki segudang budaya tradisional yang masih dipertahankan. Dikenal sebagai negara maju, pemerintah Jepang membuat aturan yang wajib dijalankan oleh semua warganya termasuk wisatawan. Selain itu, ada beberapa mitos dan kebiasaan masyarakat lokal dipegang erat hingga sekarang. 

Bagi yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang, kalian wajib tahu aturan dan larangan yang berlaku untuk semua orang yang berada di jepang.

Menyeberang Jalan

Jepang merupakan negara yang tertib lalu lintas termasuk saat menyeberang jalan. Kebiasaan orang di sana,  menyeberang harus melalui zebra cross. Namun yang harus diperhatikan oleh wisatawan adalah saat menyeberang jangan lupa sedikit membungkukkan badan ke arah mobil atau motor. Hal ini dimaksudkan sebagai tanda ucapan terima kasih kepada para pengemudi yang memberikan kesempatan pejalan kaki menyeberang jalan.

Saat Bayar di Kasir

Jangan berikan uang langsung ke kasir karena itu dianggap tidak sopan. Jika ingin bayar, masukkan ke nampan kecil yang tersedia di dekat kasir. Ketika membayar pakai koin pun jangan dihitung di depan kasir, jadi tetap masukkan koin di nampan tadi, mereka akan siap membantu.

Selain itu, seusai membayar, para kasir hanya akan memberikan kantong plastik. Kita harus membungkus belanjaan sendiri dengan tempat khusus yang telah disediakan.

Berfoto

Tidak lengkap rasanya jika tidak mengabadikan momen-momen langka di setiap sudut kota di Jepang. Namun, yang perlu Anda perhatikan ketika akan mengambil foto adalah disarankan untuk tidak mengambil foto yang menampilkan wajah penduduk Jepang. Hal ini lantaran, mereka sangat menjaga privasi seseorang.

Menancapkan Sumpit Dengan Posisi Berdiri

Menikmati kuliner Jepang, tak lengkap rasanya jika tidak menggunakan sumpit. Tapi nanti dulu, kalian jangan sampai menancapkan sumpit di nasi dengan keadaan berdiri ya. Menurut orang Jepang, meletakan sumpit dengan keadaan berdiri ini menandakan bahwa ada orang terdekat yang meninggal.

Tempat Duduk Prioritas

Berbeda dengan di Indonesia tentang kursi prioritas di kereta. Misalnya, warga Jepang yang tidak termasuk kategori (lansia, ibu hamil, membawa balita) tidak akan pernah duduk di kursi tersebut. Sebagai penanda kursi prioritas itu memiliki warna corak hijau dengan gambar orang kategori di atas. Uniknya warga Jepang yang masuk kategori prioritas tidak memaksakan duduk di kursi tersebut jika sudah ada orang yang menempati. Budaya saling menghargai sangat kuat di Jepang.

Sepeda Tidak Boleh Berboncengan

Dilarang berboncengan sepeda di Jepang, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari 1 tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila aturan ini dilanggar, maka pemilik sepeda akan didenda maksimal 20 ribu yen.

Mendaki Puncak Gunung Omine 

Omine adalah salah satu situs warisan budaya Jepang dengan pemandangan pegunungan yang apik namun juga nilai spiritual yang kental. UNESCO menobatkan Omine menjadi salah satu warisan sejarah dunia. Menariknya, wanita dilarang keras untuk menaiki Gunung Omine. 

Di puncak Gunung Omine, terdapat sebuah kuil bernama Ominesanji. Kuil yang juga menganut aliran Shinto kuno ini, meyakini bahwa pesona wanita bisa memikat dan mempengaruhi kemurnian jamaah pria yang menjalankan spiritual di sana. Meski jaman sudah berubah, namun tidak disarankan untuk melanggar peraturan. Penduduk setempat masih memegang teguh tradisi di sana. Jadi, jangan coba-coba untuk para wanita melanggarnya ya.

Jika tidak ingin liburan kalian di Jepang berakibat buruk, baiknya ikuti aturan warga setempat yang sudah dipegang secara turun temurun.

Riset & Penulis: Indra Toni Setiawan

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more