Uniknya Masjid Tanpa Kubah Di Tulang Bawang Barat, Lampung

04 May 2019 | 12:00

Kamu tengah traveling di Lampung? Kamu mesti menyempatkan diri untuk mampir ke Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Hal itu karena kamu akan menemukan salah satu masjid tanpa kubah yang unik dan sekaligus telah menjadi ikon Tulang Bawang Barat sejak 2016. Tidak seperti desain masjid pada umumnya, masjid ini justru berbentuk menara setinggi 30 meter dan dikelilingi danau yang lengkap dengan taman. Masjid ini bernama Masjid As Shobur Asmaul Husnah.

 

Saat tim Tempo Channel berkunjung ke Kabupaten Tubaba, tidak sulit untuk mengenali masjid ini. Danau dan taman yang hijau mengelilingi kawasan masjid, seolah menjadi oase di daerah kering seperti Tubaba. Untuk kabupaten yang tidak begitu luas, keberadaan Masjid As Shobur Asmaul Husnah sangat mencolok. Layaknya sebuah alun-alun kota, kawasan ini jadi magnet untuk warga untuk berekreasi.

 

Lokasi Masjid As Shobur termasuk ke dalam kawasan Islamic Center Tubaba, bersama dengan Gedung Serba Guna Sesat Agung. Gedung ini merupakan tempat umum yang bisa dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan. Masjid As Shobur dan Gedung Serba Guna Sesat agung ini merupakan satu kesatuan. Menurut Kepala UPTD Islamic Centre, Nurul, dua bangunan di Islamic Center ini memiliki filosofi hablum minallah hablum minannas. Bangunan masjid yang menjulang (vertikal) diibaratkan sebagai hubungan manusia dengan Allah. Sementara gedung serba guna yang cenderung horizontal merupakan simbolis tempat untuk membangun hubungan dengan sesama manusia.

 

Kawasan masjid dilengkapi 114 tiang (sesuai dengan jumlah surat dalam Al Quran), yang lengkap dengan kaligrafi arab. Yang membuat Masjid As Shobur Asmaul Husnah semakin unik adalah adanya kaligrafi Asmaul Husnah pada langit-langitnya. Kaligrafi Asmaul Husnah ini bisa menyala saat malam. Inilah alasan mengapa masjid ini juga dijuluki Masjid 99 Cahaya Asmaul Husnah. Selain itu, adapula 99 lubang di puncak menara. Lubuang ini akan mengantarkan sinar matahari masuk ke dalam masjid. Sehingga pada saat matahari berada di posisi tertentu, 99 cahaya yang masuk lewat lubang menara akan terlihat saat siang hari.

 

Banyaknya kaligrafi yang dilengkapi dengan lampu membuat masjid ini kian indah saat malam hari. Sehingga momen ini sebaiknya jangan kamu lewatkan begitu saja, apalagi bagi kamu yang senang memperkaya konten instagramable atau hobi fotografi. Di Kawasan Islamic Center tidak hanya ditemukan kaligrafi Arab, adapula kaligrafi aksara Lampung. Jadi selain berkunjung ke masjid, kamu juga bisa belajar sekilas tentang sejarah dan budaya di Lampung.

 

Biar kamu tidak semakin penasaran dengan rupa masjidnya, simak video lengkapnya di tempochannel.com.

Liputan Erdy Kusuma & Ardi Syahrial

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more