Masjid Terapung Satu-satunya Di Sumatera

Erdy Kusuma

30 July 2019 | 16:40

Berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Bandar Lampung, terdapat masjid sederhana namun sangat tersohor. Masjid ini bernama Masjid Terapung Al-Aminah. Keunikan masjid ini terbukti memikat banyak wisatawan, karena posisinya yang benar-benar terapung di lautan. Tempo Channel pun berkesempatan untuk mengunjungi satu-satunya masjid terapung di Sumatera ini.

 

Berkunjung ke Masjid Terapung Al-Aminah bagai melampui dua-tiga pulau sekali kayuh. Pasalnya masjid ini terletak di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, yang juga menjadi lokasi kawasan Pantai Sari Ringgung. Jadi kalau bicara soal Pantai Sari Ringgung, tidak bisa lepas dari ketanaran Masjid Terapung Al-Aminah. Sejak pemerintah setempat meresmikan Masjid Terapung Al-Aminah sebagai objek wisata pada 2015. Kawasan wisata Pantai Sari Ringgung menjadi semakin ramai dikunjungi wisatawan. Karena selain berwisata pantai, mereka juga bisa sekaligus wisata religi.

 

Meski telah menjadi tempat wisata, siapa sangka Masjid Terapung Al-Aminah dulunya hanyalah musala kecil yang dibangun khusus untuk nelayan tambak. Menurut penuturan salah seorang yang menginiasiasi pendirian masjid, Haris Alhamdani, awalnya para nelayan tambak ini kesulitan untuk menjalankan kewajiban ibadahnya karena masjid terdekat hanya ada di daratan, sementara mereka lebih sering berada di lautan untuk mengurus tambak. Sehingga atas inisiatif para nelayan pula, berdirilah musala terapung yang kini telah menjadi Masjid Terapung Al-Aminah.

 

 

Erdy Kusuma
www.tempochannel.com

 

Letak masjid dengan pantai sebenarnya tidak begitu jauh, hanya sekitar 500 meter dari bibir pantai. Namun untuk mencapainya, wisatawan mesti menggunakan perahu-perahu yang tersedia di dermaga Pantai Sari Ringgung. Perahu ini ada yang berbayar dan gratis. Pihak masjid hanya menyediakan 2 perahu khusus untuk mengatar pengunjung ke masjid dan biaya gratis. Sementara untuk perahu yang berbayar, destinasi yang dituju bukan hanya masjid tetapi juga ke pulau-pulau terdekat dan spot snorkling.  Jadi kalau memang murni ingin beribadah, dijamin kamu tidak akan dikenakan biaya masuk dan biaya menyeberang.

 

Masjid Terapung Al-Aminah menjadi sangat unik dibanding masjid terapung lainnya, karena masjid ini murni terapung, tanpa menggunakan tiang pancang. Jadi Masjid mengapung hanya bermodalkan pelampung dan jangkar. Masjid berukuran 22 x 22 meter ini juga mampu menampung hingga 200an jemaah. Hampir semua material masjid terbuat dari kayu namun aman untuk dikunjungi. Wisatawan akan merasakan sensasi bergelayutan saat berada di atasnya. Jadi kalau yang terbiasa mabuk laut, sebaiknya siapkan fisik dulu. Waktu berkunjung pun tidak dibatasi, namun layanan perahu hanya sampai jam 5 sore. Masjid ini juga dilengkapi air untuk wudhu, toilet, hingga dapur. Jika kamu ingin menginap di sini, kamu bisa mengajukan izin terlebih dahulu ke pihak pengelola.

 

Nelayan ataupun warga yang terbiasa sholat di Masjid Terapung Al-Aminah sudah terbiasa dengan kehadiran para wisatan. Jadi kamu tidak perlu khawatir jika kamu mau narsis foto-foto di area masjid, asalkan kamu tetap menjaga tata krama dan tidak mengganggu orang yang tengah beribadah. Aturan umum yang berlaku  di masjid, juga berlaku di Masjid Terapung Al-Aminah. Jadi pastikan kamu telah memahami aturan-aturan tersebut. Masjid ini juga telah dikunjungi wisatwan mancanegara. Tahun 2018 lalu, bahkan ada wisatawan asing yang melakukan akad nikah di Masjid Terapung Al-Aminah. Keren kan?

 

Nah apakah kamu berminat traveling ke Kabupaten Pesawaran untuk membuktikan sendiri keunikan masjid terapung satu-satunya di Sumatera ini? Jika tertarik, segera masukkan ke dalam daftar destinasi kamu selanjutnya jika tengah traveling ke Lampung.

 

Liputan: Erdy Kusuma & Ardi Syahrial

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more