Masjid Ishlah Di Desa Terindah

Dian Tempo

23 July 2019 | 11:49

Desa Pariangan, yang berada di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat dinobatkan sebagai daerah terindah di dunia versi Budget Travel pada tahun 2012 silam. Salah satu majalah pariwisata di New York, AS itu memasukkan Pariangan dalam kategori World's 16 Most Picturesque Villages. Letaknya yang ada di arah tenggara Gunung Merapi dengan ketinggian 500-700 mdpl, membuat daerah ini sangat elok dan sejuk udaranya.

 

Untuk menuju daerah ini, traveler bisa menempuh jalur darat menggunakan mobil atau motor dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Desa ini sangat mudah ditemukan karena berada di jalan utama penghubung Batusangkar dengan Kota Padang Panjang. Atau berjarak 94 Km dari Kota Padang.

 

Berdasarkan tambo atau cerita rakyat dalam tradisi lisan masyarakat Minangkabau, Pariangan merupakan daerah pertama yang menjadi pemukiman pada masa lampau. Yang menarik, nama Kabupaten Tanah Datar diambil dari sebidang tanah yang berada tepat di halaman sebuah Masjid. Itu adalah Masjid Ishlah yang menjadi ikon Kabupaten Tanah Datar. Letak masjid ini cukup strategis, 50 meter dari Jalan Utama Padang Panjang - Batusangkar.                            

 

Masjid Ishlah adalah tempat ibadah tertua di Pariangan yang dibangun pada abad ke-19. Dari segi arsitektur, Masjid Ishlah memiliki bentuk yang mengadopsi gaya arsitektur dongson ala dataran tinggi Tibet. Hal ini bisa terlihat dari bentuk atap serta tiap sisinya yang memiliki banyak jendela.

 

Dari sisi kiri ada enam jendela begitu juga dengan sisi kanannya. Atapnya memiliki bentuk bertingkat-tingkat dengan ukuran berbeda. Untuk atap terbesar ini ada empat tingkat, atap menengah ada tiga tingkat dan atap kecil ada dua tingkat. Dindingnya berwarna coklat muda namun bagian di bawah jendela berwarna merah bata seperti atap. Masjid ini memiliki ukuran 16 x 24 meter disanggah oleh enam tonggak dalam masjid yang memiliki filosofi.

 

Empat tiang yang besar melambangkan yang berkuasa di masjid tersebut Tuanku yang berempat atau empat ulama terpercaya memegang ketentuan di masjid itu. Adapun empat ulama itu yakni Tuangku Kali Banda, Tuangku Aji Manan, Tuanku Katik Basa Dan Tuanku Labai.  sementara empat tiang kecil melambangkan ninik mamak empat parik yakni suku Piliang, Koto, Pisang Dan Malayu.

 

Sejak pertama dibangun, Masjid Ishlah telah mengalami tiga kali renovasi dan satu kali pemindahan lokasi. Mulanya, masjid ini terletak tidak jauh dari lokasi saat ini. Namun kemudian dipindah ke tengah perkampungan agar mudah diakses masyarakat. Sekeliling masjid terdapat puluhan surau yang digunakan untuk belajar mengaji dan berkumpul pemuda desa kala itu.

 

Selain bentuk arsitekturnya, hal unik lainnya dari Masjid Ishlah adalah adanya pancuran aie angek “panas” yang bersumber dari Gunung Merapi untuk keperluan berwudhu dan mandi. Tepat di depan masjid terdapat pemandian air panas dengan pemisahan ruang bagi laki – laki dan perempuan. Tempat mandi untuk perempuan diberi nama Rangek Subarang, sedangkan untuk tempat mandi laki – laki ada dua yang diberi nama Rangek Gaduang dan Rangek Tujuah. Karena mengandung sulphur, maka air panas disini baik untuk kesehatan kulit dan dipercaya mampu mengobati penyakit kulit seperti gatal – gatal, kudis, dan panu.

 

Saat ini masjid ishlah telah menjadi tempat kunjungan wisata religi di Tanah Datar yang selalu dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah.

 

 

Indra Toni Setiawan

www.tempochannel.com 

 

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more