Masjid Seribu Tiang Di Lima Kaum

Romy

30 May 2019 | 18:40

Sumatera Barat merupakan salah satu propinsi dengan populasi warga muslim terbesar di Indonesia. Beragam masjid dengan latar belakang sejarah, sampai keunikan bangunannya, sangat mudah dijumpai di ranah minang. Di Kabupaten Tanah Datar, terdapat satu masjid tertua yang masih bertahan hingga sekarang. Ia adalah Masjid Lima Kaum di Nagari Lima Kaum. Tempat ibadah ini sudah berdiri lebih dari 300 tahun lamanya.

 

Masjid Lima Kaum dibangun pada awal abad ke 17, menyusul masuknya islam ke Dataran Tinggi Minangkabau. Masjid itu terletak di Jorong Balai Batu dan masih berupa bangunan sederhana beralaskan batu tanpa dinding dan atap. Sesuai dengan namanya, Lima Kaum merupakan nama kaum yang terdiri dari Kaum Kubu Rajo, Kaum Balai Batu, Kaum Koto Gadih, Kaum Piliang, dan Kaum Bali Labuh.

Pembangunan masjid ini dilakukan secara bersama oleh masyarakat setempat. Bangunannya terbuat dari kayu dan papan, mulai dari dinding hingga tiang, sementara atapnya yang semula terbuat dari ijuk telah diganti dengan seng. Dalam perkembangannya, masjid ini mengalami beberapa perbaikan yang dilakukan swadaya.

 

Arsitektur masjid sendiri dipenuhi dengan corak Minangkabau. Ini karena Belanda belum masuk ke wilayah ini, sehingga arsitektur masjid masih asli. Tonggak dan lantainya terbuat dari kayu, dengan tonggak tengah masjid setinggi 40 meter dan berdiameter 2 meter.

 

Keunikan masjid ini terletak pada bagian atapnya. Atap masjid terdiri dari lima tingkat yang menggambarkan jumlah rukun Islam, sekaligus melambangkan jumlah lima kaum yang membangunnya. Antar tingkat, terdapat celah yang berguna sebagai sumber pencahayaan. Atapnya berbentuk cekung dan bukan datar. Bentuk ini sesuai dengan iklim tropis nusantara yang dapat mengalirkan hujan dengan intensitas tinggi.

 

Tonggak lainnya berjumlah 121 buah, yang melambangkan jumlah ninik mamak (pemangku adat) di tempat ini. Tiang gantungnya berjumlah 15 buah, sebanyak jumlah khatib dan bilal. Masjid ini memiliki 28 jendela yang melambangkan 28 suku yang ada. Sementara dua buah pintu menggambarkan Laran Nan Duo.

 

Struktur bangunan berbentuk segi empat, menggantikan bangunan pagoda yang telah ada sebelumnya. Pengalaman Tempo Channel mengunjungi masjid ini adalah ketika menghitung jumlah tiang di dalam. Hitungan awal dari luar ke dalam, berbeda dengan hasil hitungan dari dalam ke luar. Sebagian orang ada yang meyakini jika ada unsur mistis, namun sebagian lainnya menganggap jika tata letak yang selang-seling membuat hitungan pengunjung tak berurutan.

 

Masjid Lima Kaum menjadi pusat kegiatan umat di Kabupaten Tanah Datar. Memasuki bulan haji, kegiatan masnaik dipusatkan di Masjid Lima Kaum. Pada tahun 2010, masjid ini ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai bangunan cagar budaya, dan dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Batusangkar.

 

Liputan, Riset & Penulis: Indra Toni Setiawan

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more