Pacu Jawi Atraksi Kelas Dunia

Dian Tempo

23 July 2019 | 10:43

Pacu jawi atau balapan sapi adalah sebuah permainan tradisional yang dilombakan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dalam acara ini, sepasang sapi berlari di lintasan sawah berlumpur dengan panjang sekitar 60–250 meter. Sementara seorang joki berdiri di belakangnya dengan memegang kedua sapi. Walaupun namanya mengandung arti "balapan", sapi-sapi ini tidak bertarung langsung menghadapi lawan, dan tidak ada pemenang secara resmi. Tiap pasang sapi justru berlari bergantian, sementara penonton menilai sapi-sapi tersebut berdasarkan kecepatan dan kemampuan berjalan lurus.

 

Acara pacu jawi dapat diikuti ratusan sapi, termasuk sapi dari nagari tuan rumah maupun dari nagari-nagari lainnya. Saat acara berlangsung, sapi-sapi yang tidak sedang berpacu ditambatkan di sebidang tanah, biasanya dekat garis finish. Keberadaan sapi-sapi ini konon membantu sapi yang sedang berpacu untuk lebih cepat, karena ingin berkumpul dengan teman-temannya.

 

Menurut adat, salah satu syarat daerah penyelenggara pacu jawi adalah Gunung Marapi harus terlihat jelas. Gunung setinggi 2.891 meter itu konon adalah asal orang Minangkabau yang kini mendiami Sumatera Barat. Warga setempat, yang kebanyakan berlatar belakang petani, menyelenggarakan acara ini saat sawah sudah kosong setelah dipanen dan sebelum penanaman selanjutnya. Lokasinya berganti-ganti antara berbagai nagari di Tanah Datar. Ada 4 desa yang masuk dalam empat kecamatan yakni Pariangan, Rambatan, Lima Kaum dan Sungai Tarab. Pacu jawi dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu, dan di minggu terakhir biasanya diadakan merias sapi.

 

Kegiatan ini telah terselenggara selama berabad-abad untuk merayakan masa panen padi. Acara ini juga diiringi pesta desa dan budaya yang disebut alek pacu jawi. Pesta ini melibatkan sapi yang didandani suntiang (perhiasan kepala khas Minangkabau), permainan musik seperti gendang tasa dan talempong pacik, tari piring, pasar dadakan, permainan tradisional, panjat pinang, dan lomba layang-layang. 

 

Dinas Pariwisata Tanah Datar kini menyediakan dana dan truk untuk mengangkut sapi. Sebelum keterlibatan pemerintah, peserta dan sapi-sapinya dapat berjalan kaki hingga 50 kilometer. Pacu Jawi sekarang sudah menjadi objek fotografi yang mendapatkan berbagai penghargaan di bidang fotografi. Faktor yang menambah daya tarik fotografi dalam acara ini di antaranya aksi berkecepatan tinggi, lumpur yang berterbangan, serta postur dan ekspresi wajah joki yang khas.

 

Selain itu, Tanah Datar juga dikenal dengan pemandangan alamnya, termasuk Gunung Marapi, daerah perbukitan, hutan belantara, serta sawah-sawah. Untuk mengambil foto yang bagus, para fotografer sering harus mendekat ke lintasan, dan mengambil resiko terkena cipratan lumpur atau tertabrak sapi. Foto-foto pacu jawi telah menerima berbagai penghargaan seperti World Press Photo of the YearHamdan International Photography Award, serta Digital Camera Photographer of the Year oleh koran The Daily Telegraph.

 

 

Indra Toni Setiawan

www.tempochannel.com 

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more