Sate HM. Harris, Kuliner Bandung Yang Tersohor

Indra Toni

30 July 2019 | 11:04

Warung sate dan gule kambing HM. Harris merupakan salah satu kuliner legendaris di Kota Bandung. Warung ini buka sampai pagi dini hari dan bisa membantu kalian yang kelaparan pada waktu-waktu itu. Tempat makan ini terlihat cukup luas, lokasi parkir dan tenda-tenda yang terpasang disamping, masih bagian area warung.

 

Menjelang magrib, saya berkeliling Bandung. Karena keadaan kota sangat ramai, saya belokkan kendaraan ke arah Jalan Asia Afrika. Benar saja, jalanan yang tadinya padat, mulai berangsur lancar. Informasi dari kawan yang sudah berada di Bandung, di kawasan Asia Afrika terdapat warung sate yang enak dan terkenal. Akhirnya saya putuskan mencari tempat makan ini dengan menggunakan GPS (Global Positioning System).

 

Tak lama kemudian, tibalah di lokasi yaitu Jalan Asia Afrika nomor 155. Dari tampak depan, tidak ada yang istimewa dari warung Sate HM. Harris ini. Hanya bangunan tua yang digunakan untuk berjualan dengan jejeran tenda yang terpampang nama sate tersebut.

 

Seorang kawan dari Bandung sudah memesan sate dan gule kambing yang kabarnya enak itu. Memasuki teras awal, saya sudah mencium aroma sate yang dibakar. Yang membuat terkejut adalah banyaknya foto-foto pejabat negeri ini yang terpasang di kanan-kiri dinding.

 

Ada foto Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, Walikota Bogor, Bima Arya, Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto dan terpidana koruptor e-ktp, Setya Novanto. Yang paling membuat saya terkejut, terdapat 2 bingkai foto Presiden Indonesia, Bapak Joko Widodo saat kunjungan dinas ke Kota Bandung. Tak mau berlama-lama, saya duduk di meja yang sudah ditunggu oleh kawan.

 

Diatas meja, sudah tersaji makanan yang akan di santap. Kawan saya memesan 30 tusuk sate berikut 2 gule sumsum kambing yang menggoda selera makan. Sate dan gule ini menggoda selera makan, saya pun langsung mencicipi sate kambing tersebut. Benar saja, tekstur dagingnya sangat empuk meskipun potongannya cukup besar dan padat. Penyajian sate di sini berbeda dengan warung sate pada umumnya. Bumbu sate disajikan dalam 2 pilihan, bumbu kacang dan kecap manis dibuat terpisah. Sehingga penikmat kuliner bisa dengan baik menikmati kelezatan asli dari potongan daging satenya.

 

Beralih ke makanan berikutnya, saya mencoba gule sumsum kambing. Warna kuahnya membuat saya merasa ini makanan yang cukup pedas. Ternyata, setelah saya menyuap di sendokan pertama, rasanya tidak seperti yang dibayangkan pertama kali. Rasa gurih dan manis malah mendominasi gule ini. Lagi-lagi, potongan dagingnya sangat-sangat empuk. Jadi buat kalian tidak perlu kuatir makan daging di Sate HM Harris, karena dijamin bisa digigit tanpa susah payah.

 

Satu jam berselang tanpa terasa, deretan makanan yang tadi memenuhi meja makan ludes tak tersisa. Saya pun bergegas untuk membayar semua menu yang sudah di pesan. Perkiraan saya, sate ini dijual cukup mahal, karena besarnya potongan daging dan rasa yang enak. Setibanya di kasir, tagihan makan saya mencapai 350 ribu rupiah untuk 30 tusuk sate kambing, 2 gule sumsum kambing, 4 es teh manis, 3 kerupuk, dan 2 kacang polos.

 

Jika dijabarkan, sate kambing per porsi isi 10 tusuk senilai Rp. 50.000 dan gule sumsum kambing per porsi seharga Rp. 50.000. Cukup terjangkau kan dengan rasa yang saya dapatkan makan di sini. Ini jadi pengalaman menarik saya lainnya menyusuri Jalan Asia Afrika di Kota Bandung saat malam hari. Bagi kalian yang penasaran dengan nikmatnya Sate HM. Harris, baiknya segera ke Jalan Asia Afrika nomor 155. Saran saya, jangan datang bersamaan dengan jam makan siang atau malam libur. Karena warung sate ini sangat padat dipenuhi pengunjung dari mana saja.

 

 

Indra Toni Setiawan

www.tempochannel.com 

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more