Silat Harimau, Dari Desa Ke Mancanegara

Dian Tempo

23 July 2019 | 10:42

Silat, merupakan seni beladiri bangsa Indonesia yang diwariskan turun temurun sejak zaman kerajaan. Baik tua maupun muda, silat dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari bagi sebagian masyarakat. Selain itu, silat juga bisa membentuk karakter dan disiplin seseorang.

 

Di Sumatera Barat, seni bela diri ini sudah sangat terkenal. Ciri khas geraknya, membuat orang awam mudah mengenali jenis bela diri ini. Suku Minangkabau secara umum menamakan silat mereka dengan nama Sile Minang. Silat Minang di kembangkan oleh salah seorang penasihat Sultan Sri Maharaja Diraja yang bernama “Datuk Suri Diraja”. Asal usul Silat Minangkabau terbentuk dan berkedudukan di Pariangan, yakni di lereng tenggara Gunung Merapi. Ada berbagai jenis Sile Minang yang di kembangkan di sini, salah satunya Sile Harimau.

 

Awalnya sempat terpikir, silat ini dilakukan dengan seekor harimau. Sesuatu hal yang tidak biasa jika benar itu terjadi. Kabupaten Solok jadi tempat yang pas untuk mencari tahu dan bertemu seorang guru silat. Ada guru silat bernama Hendra yang telah mengajar selama puluhan tahun di Desa Lembah Gumati.

 

Lembah Gumati sendiri merupakan kawasan pertanian yang subur di Kabupaten Solok. Dataran tinggi yang dikelilingi oleh bukit dan gunung, menjadikan daerah ini sangat sejuk. Pada tahun 80-an, Solok menjadi salah satu lumbung padi dari Sumatera Barat. Namun, sekarang banyak petani yang beralih tanam ke perkebunan seperti bawang, cabai, kol dan tomat. Bagi kebanyakan warga Sumatera Barat, Desa Gumati masih kental dengan unsur gaibnya, terutama dari para guru silat. Kebanyakan guru silat memiliki ilmu kebatinan yang bisa digunakan untuk mengobati seseorang.

 

Ada satu tempat yang indah di Desa Gumati, yaitu Puncak Gumati. Dari atas sini, bisa terlihat sekeliling wilayah karena berada di lokasi tertinggi. Pada malam-malam tertentu, Puncak Gumati menjadi lokasi kenaikan tingkat untuk murid Silat Harimau. Penuh perjuangan untuk orang biasa agar bisa sampai ke atas lembah.

 

Jika kita berkunjung ke setiap sudut di Sumatera Barat, hampir semua anak mudanya dibekali ilmu beladiri. Orang tua disini, ingin anak mereka saat merantau bisa menjaga dirinya sendiri. Selama berada di Desa Lembah Gumati, banyak hal yang bisa dicermati. Silat menjadi alat komunikasi masyarakat Minangkabau pada dahulu kala. Mereka mempelajari beladiri ini, untuk menjaga kampungnya dari serangan musuh dari penjajah.

 

Sungguh menarik melihat bagaimana anak muda di desa ini tetap menjaga budayanya. Silat Harimau ajarkan tentang bagaimana menolong sesama, dan bukan untuk menyakiti dengan ilmu yang kita punya.

 

Indra Toni Setiawan

www.tempochannel.com 

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more