Intip Penjara Bawah Tanah Di Kota Tua Yang Bikin Merinding!

09 July 2019 | 12:11

Kota Tua Jakarta hampir menjadi destinasi wajib para traveler yang berkunjung ke Jakarta. Namun tidak semua traveler langsung tahu hal-hal yang harus dikunjungi ketika berada di Kota Tua. Traveler kadang hanya menikmati penampakan-penampakan bangunan tua atau atraksi seniman jalanan, dan melewatkan keberadaan museum di kawasan ini. Termasuk juga banyak yang melewatkan penjara bawah tanah yang sudah ada pada zaman penjajahan Belanda.

 

Penjara bawah tanah ini terletak di bawah Museum Sejarah Jakarta atau yang juga dikenal sebagai Museum Fatahillah. Untuk menuju penjara ini, kamu wajib masuk ke dalam museum yang dikenakan biaya tiket. Kamu disarankan datang beramai-ramai agar tidak merasa horor sendiri saat mengeksplorasi museum. Mengingat di dalam museum juga terdapat banyak ruang minim cahaya dan benda peninggalan masa lalu yang biasanya dikaitkan dengan hal mistis.

 

Saat Tempo Channel menelusuri bagian penjara, terdapat 2 bagian penjara. Penjara untuk wanita dan penjara untuk pria. Penjara wanita hanya terdiri dari 1 ruangan yang terletak di basement. Pintu masuknya cukup sempit, kalaupun sambil berdesakan hanya muat 2 orang. Masuknya pun harus menunduk. Bahkan di dalam penjara pun, orang dewasa tidak akan bisa berdiri tegak mengingat ruangan yang rendah. Selain gelap, pengap, dan tidak ada ventilasi, lantai penjara juga selalu basah. Kamu tidak akan mau berlama-lama di sini, apalagi sembari selfie. Karena membayangkan jeritan para tahanan yang tersiksa di dalam penjara ini saja sudah cukup horor.

 

Beralih ke penjara pria, jumlahnya sekitar 5 ruangan. Berbeda dengan penjara wanita yang pintu masuknya ada di dalam museum, penjara pria bisa dituju lewat luar museum. Beberapa bola besi yang dulu dipakai untuk merantai tahanan masih bisa kamu lihat di penjara pria. Penjara ini memiliki terali-terali besar dengan sirkulasi udara yang jauh lebih baik dibanding penjara wanita. Mengingat kondisi penjara yang sempit, konon banyak tahanan yang meninggal sebelum diadili. Sebagian besar dari mereka meninggal karena menderita kolera, tifus, kekurangan oksigen, hingga disentri.

 

Pada masa VOC menguasai Batavia (Jakarta), Museum Fatahillah adalah sebuah balai kota. Desainnya pun sebenarnya mirip dengan Dam Palace di Amsterdam. Halaman balai kota dulunya dipakai untuk eksekusi terbuka para tahanan. Beberapa pahlawan besar sempat ditahan di sini. Mereka di antaranya Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dhien, dan Untung Suropati.

 

Tidak terbayang kan, kalau tempat wisata seru di Jakarta ini menyimpan sejarah kelam pada masa penjajahan? Jadi kalau kamu berkunjung ke Kota Tua, jangan lupa sempatkan untuk mengunjungi penjara bawah tanahnya.

Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more