Joki Cilik Dalam Tradisi Pacu Kuda Tradisional Aceh Tengah

Erdy Kusuma

30 July 2019 | 16:54

Dataran tinggi Gayo terletak di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang  meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Selain memiliki bentang alam yang indah, dataran tinggi Gayo memiliki tradisi khas yang sudah berlangsung sebelum Indonesia merdeka. Ialah tradisi pacu kude atau pacu kuda tradisional

Tradisi pacu kuda awalnya diadakan untuk menyemarakkan suasana ketika hendak menanam padi atau setelah panen raya. Pada masa itu, kuda-kuda yang digunakan untuk berpacu adalah kuda lokal yang memiliki tinggi kurang dari 130 cm. Tokoh masyarakat adat Gayo Muhammad Jihad bahkan masih mengingat cerita pacu kuda dari kakeknya di Takengon, Aceh Tengah. “Saya menyaksikan setelah 1961, tapi sebelum 1961, saya mendengar cerita dari kakek. Bahwa kampung Bintang yang hari ini 21 desa, dulu itu sembilan kampung di 1920-an sudah aktif melakukan pacuan kuda selesai nanam padi,” ujarnya.

Belakangan tradisi ini berubah menjadi ajang perlombaan antar kampung. Kuda-kuda yang dilibatkan dalam perlombaan pun sudah mengalami percampuran yakni kuda Australia-Gayo yang disebut kuda Astaga. Pacu kuda tradisional gayo membagi perlombaan pacu kuda ke dalam lima kategori berdasarkan tinggi badan dan usia kuda. Yang menjadi keunikan pacu kuda tradisional masyarakat Gayo adalah keterlibatan joki cilik. Joki cilik ini berusia 10 hingga 15 tahun dan umumnya mereka tidak memakai pelana dan pelindung kepala. Joki cilik ini mampu menunggang kuda Astaga yang secara postur lebih tinggi dari si penunggang

Aris adalah salah satu joki cilik yang aktif dalam perlombaan pacu kuda antar kampung hingga antar provinsi. Ia sudah menjadi joki sejak usia 13 tahun. Bagi Aris menjadi joki adalah hobi. Beberapa kali jatuh saat perlombaan dan nyaris tertimpa kuda tak membuat nyalinya ciut untuk ikut pacu kuda. ”Itu namanya hobi. Mana ada rasa takutnya. Hobi mana bisa ditahan-tahan walaupun bahaya,” katanya sembari tersenyum.

Dalam berbagai perlombaan Aris mengaku lebih nyaman tidak memakai pelana karena menurutnya risikonya lebih kecil. ”Kalau pakai pelana itu risikonya besar, kakinya mau nyangkut kalau jatuh. Kalau ga pakai pelana, kalau jatuh itu ga papa,” cerita Aris. Meskipun nyaman berlomba tanpa pelana, nyatanya Aris tetap merasakan sakit tanpa pengaman tersebut.

Hadiah terbesar yang pernah Aris terima sebagai joki cilik dalam lomba pacu kuda ialah Rp 15 juta. Aris mendapat juara pertama dalam acara ulang tahun Takengon, Aceh Tengah pada Februari 2018. Selain, mendapat uang, Aris juga mendapat sertifikat joki terbaik.Jika Aris kalah, ia hanya mendapat uang Rp 100 ribu.

Keterlibatan joki cilik dalam pacu kuda tradisional di tengah masyarakat Gayo sudah berlangsung lama tanpa ada protes dari orang tua, pemuka adat atau agama. Menurut Muhammad Jihad para orang tua di dataran tinggi Gayo justru bangga ketika anak-anaknya mahir berkuda. ”Malah orang tuanya banyak yang bangga. Ada yang bangga karena anaknya tidak pernah jatuh, ada juga yang bangga karena waktu pulang bawa duit banyak.”

Tak banyak joki cilik yang memiliki kuda pribadi. Umumnya dalam perlombaan, joki cilik membawa kuda milik orang lain, seperti milik pengusaha, pejabat, atau kerabat. Jika menang hadiah lomba dibagi dua antara joki cilik dan pemilik kuda.  Tiap perlombaan, sang joki bisa berganti-ganti kuda. Tak butuh waktu lama bagi joki untuk bisa merangkul kuda baru.  Aris, joki cilik hanya butuh waktu sehari. Cukup dielus-elus kepala kuda dan diberi makan kata bocah yang memilih berhenti sekolah dan fokus menjadi joki.

Tradisi pacu kuda tradisional yang melibatkan joki cilik ini masih berlangsung hingga sekarang. Jika dulu, perlombaan bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun, belakangan lomba pacu kuda tradisional hanya dilaksanakan pada ulang tahun daerah Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues atau HUT Kemerdekaan RI.

 
 
Hospita Simanjuntak
www.tempochannel.com


Comments

About Us

Tempo Channel adalah salah satu produk digital dari Tempo Media Group. Tempo Channel lahir sebagai jawaban atas kebutuhan informasi digital berkualitas tentang industri pariwisata dan berita wisata. Tempo Channel, dibuat oleh tangan-tangan piawai yang menyimpan sejuta informasi.

read more